“Diriku bukanlah org yg sempurna; Bukan jg org yg ingin sempurna; Aku hanya ingin m’jadi org yg mampu m’akui kesempurnaan-MU”

“Rendahkanlah hatimu serendah mutiara di lautan, janganlah b’jalan di dunia ini dengan kesombongan, usirlah semua kesedihan dengan menyebut nama Allah Ta`ala yang bergantung pada-Nya segala sesuatu & hindari serta jauhilah hawa nafsu yang melenakan”

-RINGKASAN CARA PELAKSANAAN JENAZAH-

Filed under: Religion — liza-noa at 7:26 am on Sunday, March 8, 2009
Oleh: Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid
Bahagian Kedua dari Lima Tulisan [1/5]
[Tulisan ini hanya ringkasan dan tidak memuat dalil-dalil semua permasalahan secara terperinci. Maka barangsiapa di antara pembaca yang ingin mengetahui dalil-dalil setiap pembahasan dipersilahkan membaca kitab aslinya "Ahkaamul Janaaiz wa Bid'ihaa" karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah]
I. PADA SAAT SAKIT
[1] Orang yang sakit wajib menerima qadha (ketentuan) Allah, bersabar menghadapi serta berbaik sangka kepada Allah, semua ini baik baginya.
[2] Ia harus mempunyai perasaan takut serta harapan, yaitu takut akan siksaan Allah karena adanya dosa-dosa yang telah ia lakukan, serta harapan akan rahmat Allah.
[3] Bagaimana parahnya penyakitnya, ia tidak boleh mengangan-angan kematian, kalaupun terpaksa, maka hendaknya ia berdoa : -Allahumma ahyanii maa kanati al-hayatu khairan lii wa tawaffaniy idzaa kanati al-wafaatu khairan lii- “Artinya : Ya Allah hidupkanlah akau jika kehidupan lebih baik bagiku, matiknalah aku jika kematian lebih baik bagiku”
[4] Jika ia mempunyai kewajiban yang menyangkut hak orang lain, hendaknya menyelesaikan secepat mungkin. Jika tidak mampu hendaknya berwasiat untuk penyelesaiannya.
[5] Ia harus bersegera berwasiat
II MENJELANG MATI
[1] Menjelang mati, maka orang-orang yang ada di sekitarnya harus melakukan hal-hal berikut :
a. Mentalqin (menuntun) mengucapkan -Laa Ilaha Illal-llah- “Artinya : Tiada yang berhak disembah selain Allah
b. Mendo’akan
c. Mengucapkan perkataan yang baik.
[2] Adapun membacakan surat Yaa sin di sisi orang yang meninggal atau menghadapkan ke kiblat maka amalan tersebut tidak ada dalilnya.
[3] Seorang muslim boleh menghadiri kematian orang non-muslim untuk menganjurkan kepadanya supaya masuk Islam (sebelum meninggal dunia).
III KETIKA MENINGGAL DUNIA
Jika sudah meninggal dunia maka orang-orang yang ada disekitarnya harus melakukan hal-hal berikut :
[1] Memejamkan mata mayyit
[2] Mendo’akan
[3] Menutupnya dengan kain yang meliputi semua anggota tubuhnya. Tapi jika yang meninggal sedang melakukan ihram, maka kepala dan wajahnya tidak ditutupi
[4] Bersegera menyelenggarakan jenazahnya setelah yakin bahwa ia sudah betul-betul meninggal
[5] Menguburkan di kampung tempat ia meninggal, tidak memindahkan ke daerah lain kecuali dalam kondisi darurat. Karena memindahkan mayat ke daerah lain berarti menyalahi perintah mempercepat pelaksanaan jenazah.
[6] Bersegera menyelesaikan utang-utangnya semuanya dari harta si mayyit sendiri, mekipun sampai habis hartanya, maka negaralah yang menutupi utang-utangnya setelah ia sendiri sudah berusaha membayarnya. Jika negara tidak melakukan hal itu dan ada yang berbaik budi melunasinya, maka hal itu dibolehkan.
IV YANG BOLEH DILAKUKAN PARA KERABATNYA DAN ORANG LAIN
[1] Boleh membuka wajah mayyit dan menciumnya, menangisi -tanpa ratapan- dalam kurung tiga hari.
[2] Tatkala berita kematian sampai kepada kerabat mayyit, mereka harus :
[a] Bersabar serta redha akan ketentuan Allah
[b] Beristirjaa’ yaitu membaca : -Inna Lillahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun- “Artinya : Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada-Nya-lah kita akan kembal”
[3] Tidaklah menyalahi kesabaran jika ada wanita yang tidak berhias sama sekali asal tidak melebihi tiga hari setelah meninggalnya ayahnya atau selain ayahnya. Kecuali jika yang meninggal adalah suaminya, maka ia tidak berhias selama empat bulan sepuluh hari, karena hal ini ada dalilnya.
[4] Jika yang meninggal selain suaminya, maka lebih afdhal jika tidak meninggalkan perhiasannya untuk meredlakan/menyenangkan suaminya serta memuaskannya. Dan diharapkan adanya kebaikan di balik itu.
V HAL-HAL YANG TERLARANG
Rasulullah telah melarang/mengharamkan hal yang selalu dilakukan oleh banyak orang disaat ada yang meninggal, hal-hal yang dilarang tersebut wajib diketahui untuk dihindari, di antaranya :
[1] Meratap, yaitu menangis berlebih-lebihan, berteriak, memukul wajah, merobek-robek kantong pakaian dan lain-lain.
[2] Mengacak-acak rambut
[3] Laki-laki memperpanjang jenggot selama beberapa hari sebagai selama beberapa hari sebagai tanda duka atas kematian seseorang. Jika duka sudah berlalu maka mereka kembali mencukur jenggot lagi.
[4] Mengumumkan kematian lewat menara-menara atau tempat lain, karena cara mengumumkan yang seperti itu terlarang dan syariat.
VI CARA MENGUMUMKAN KEMATIAN YANG DIBOLEHKAN
[1] Boleh menyampaikan berita kematian tanpa menempuh cara-cara yang diamalkan pada zaman jahiliyah dahulu. Bahkan terkadang menyampaikan berita kematian hukumnya menjadi wajib jika tidak ada yang memandikannya, mengkafani, menshalati dan lain-lain.
[2] Bagi yang menyampaikan berita kematian dibolehkan meminta kepada orang lain supaya mendo’akan mayyit, karena hal ini ada landasannya di dalam sunnah
VII TANDA-TANDA HUSNUL KHATIMAH
Telah sah pejelasan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau menyebutkan beberapa tanda husnul khatimah (kematian/akhir hidu yang baik). Jika seseorang meinggal dunia dengan mengalami salah satu di antara tanda-tanda itu maka itu merupakan kabar gembira.
[1] Mengucapkan syahadat di saat meninggal
[2] Mati dengan berkeringat pada dahi
[3] Mati pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at
[4] Mati Syahid di medan jihad
[5] Mati terkena penyait thaa’uun
[6] Mati terkena penyakit perut
[7] Mati tenggelam
[8] Mati terkena reruntuhan
[9] Mati seorang wanita hamil karenan janinnya
[10] Mati terkena penyakit paru
[11] Mati membela agama atau diri
[12] Mati membela/mempertahankan harta yang akan dirampok
[13] Mati dalam keterikatan dengan jalan Allah
[14] Mati dalam suatu amalan shalih
[15] Mati terbakar
[Disalin dari kitab Muhtasar Kitab Ahkaamul Janaaiz wa Bid'ihaa, karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, diringkas oleh Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid dan diterjemahkan oleh Muhammad Dahri Komaruddin]

-50 TIPS MEMBERSIHKAN JIWA-

Filed under: Religion — liza-noa at 8:23 am on Friday, March 6, 2009
.: Bersyukur apabila mendapat nikmat.

.: Sabar apabila mendapat kesulitan.

.: Tawakal apabila mempunyai rencana / program / rancangan.

.: Ikhlas dalam segala amal perbuatan.

.: Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan.

.: Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan.

.: Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan.

.: Jangan terasa rendah dengan kekayaan orang lain.

.: Jangan hasad dengki dengan kejayaan orang.

.: Jangan sombong jika memperoleh kejayaan.

.: Jangan tamak kepada harta dunia.

.: Jangan terlalu bongkak dengan pangkat / kedudukan diri.

.: Jangan hancur kerana kezaliman.

.: Jangan goyah dengan fitnah.

.: Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.

.: Jangan dekati harta yang haram.

.: Jangan sakiti ibu bapa.

.: Jangan usir orang yang meminta.

.: Jangan sakiti anak yatim.

.: Jauhkan diri daripada dosa-dosa besar mahupun yang kecil.

.: Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil.

.: Banyakkan kunjungan ke rumah Allah (masjid).

.: Lakukan solat dengan ikhlas dan khusyuk.

.: Lakukan solat fardhu di awal waktu, sebaik-baiknya berjemaah di masjid.

.: Biasakan diri bersolat waktu malam.

.: Perbanyakkan zikir dan doa kepada Allah.

.: Lakukan puasa wajib dan puasa sunat.

.: Sayangi dan sopan santun terhadap fakir miskin.

.: Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah.

.: Jangan marah berlebih-lebihan (panas baran)

.: Cintailah seseorang kerana Allah dan tidak berlebih-lebihan.

.: Bersatulah kerana Allah dan berpisahlah kerana Allah.

.: Berlatih supaya konsentrasi fikiran (tumpuan tidak khayal)

.: Tepati janji jika berjanji dan minta maaf jika sesuatu itu tidak dapat dipenuhi.

.: Jangan bermusuhan kecuali dengan syaitan dan iblis.

.: Jangan percayai ramalan manusia.

.: Jangan terlampau takut pada kemiskinan.

.: Hormati setiap orang (tua atau yang muda)

.: Jangan terlampau takut pada manusia.

.: Jangan sombong, takabbur dan besar kepala (degil)

.: Berlaku adil dalam segala urusan.

.: Banyakkan beristighfar dan taubat kepada Allah.

.: Bersihkan rumah daripada patung-patung berhala / patung-patung hiasan.

.: Hiasilah rumah dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang suci.

.: Perbanyakkan silatul-rahim.

.: Tutup aurat bersesuaian dengan petunjuk Islam.

.: Elakkan bermusuhan.

.: Berbicara secara aman.

.: Beristeri / bersuami jika cukup, mampu dan bersedia.

.: Hargai waktu, disiplin diri dan manfaatkan waktu.

-BIODATA IBLIS-

Filed under: Religion — liza-noa at 9:54 am on Wednesday, March 4, 2009
Nama : IBLIS LAKNATULLAH
 
T. Kelahiran : Bermula dari keengganannya sujud kepada Nabi Adam a. s.
 
Status Diri : Fasik kelas pertama
 
Agama : Kufur
 
Tempat Tinggal : Hati-hati mereka yang lalai
 
Alamat Tetap : Neraka jahanam
 
Kawasan : Setiap tempat yang di dalamnya tiada usaha untuk mengingati Allah
 
Arah Perjalanan : Tiada haluan dan bengkang bengkok
 
Isteri : Setiap wanita yang tidak menutup aurat, tidak mentaati Allah, Rasul
dan suaminya
 
Kaum Kerabat : Semua golongan yang menentang dan memusuhi Allah
 
Modal Pusingan : Angan angan kosong
 
Tempat Pertemuan : Pasar-pasar
 
Musuh Ketat : Setiap orang Islam yang beriman dan bertakwa
 
Motto Kerja : ‘Hipokrasi asas akhlak’
 
Hobi : Melalaikan orang dari mengingati Allah, menggoda dan menyesatkannya
 
Cita-cita : Supaya semua makhluk di muka bumi ini menjadi kafir
 
Kelemahannya : Bila orang membaca istighfar
 
Logo : Sebarang tatu
 
Pejabat Operasi : Tandas, bilik air, tempat yang bernajis dan kotor serta tempat-tempat maksiat
 
Rakan Kongsi : Golongan munafik serta syaitan-syaitan dari kalangan jin dan manusia
 
Sumber Pendapatan : Segala harta yang diperoleh dengan jalan haram dan riba
 
Jenis Perkhidmatan : Menggalakkan manusia mengerjakan kemungkaran dan derhaka terhadap Allah
 
Tempoh Perkhidmatan : Sehingga hari khiamat
 
Matlamat : Membawa setiap makhluk ke neraka jahanam
 
Teman Sejawat : Orang yang suka mendiamkan dirinya dari menyatakan kebenaran
 
Ganjaran : Dosa dan kemurkaan Allah
 
Pembantu Setia : Orang yang suka mengumpat, mencaci, memaki hamun, menghasut, pendengki dan pendendam
 
Makanan Kegemaran : Daging orang mati dan segala najis dan kotoran
 
Yang Ditakuti : Orang mukmin yang bertakwa
 
Yang Dibenci : Orang yang sentiasa berzikir dan mengingati Allah
 
Alat Perangkap : Wanita cantik, model, pelacur, pragawati dan sebagainya
 
Saat Ajal : Bila tiba waktu yang ditentukan Allah di hari kiamat kelak
 
Tugas yang paling disukai : Homoseks dan lesbian
 
Janji: Janji kosong, angan-angan dan tipu daya
 
Yang Membuatnya Menangis : Bila orang sujud kepada Allah

-PANDANGAN ISLAM TERHADAP PEKERJAAN SEORANG WANITA YANG DILAKUKAN BERSAMA-SAMA DENGAN LELAKI-

Filed under: Religion — liza-noa at 8:33 pm on Friday, February 20, 2009

Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

.: Pertanyaan :.
Apa pandangan Islam tentang pekerjaan seorang wanita bersama dengan laki-laki?

.: Jawapan :.
Seperti yang sudah diketahui keikutsertaan seorang wanita untuk bekerja dalam lapangan pekerjaan seorang laki-laki akan menyebabkan percampuran dalam pergaulan yang tercela dan berdua-duan dengannya. Hal tersebut adalah perkara yang sangat vital sekali, yang akibatnya juga sangat fatal dan hasilnya buruk serta akibatnya tidak baik, yakni bertentangan dengan dalil-dalil Islam yang menyuruh wanita untuk tetap berada di rumahnya dan mengerjakan pekerjaan yang dikhususkan dan diciptakan Allah untuknya agar menjadikannya jauh dari ikhtilath. Adapun dalil-dalil yang jelas dan shahih yang menunjukkan atas haramnya berduaan dengan selain mahram dan melihatnya serta sarana-sarana yang menjadi perantara untuk terlaksananya perbuatan yang diharamkan oleh Allah. Dalil-dalil yang banyak, jelas memutuskan percampuran yang menyebabkan perbuatan yang akibatnya tidak terpuji di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Ertinya : Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang terdahulu dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat dan taatilah Allah dan RasulNya, sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabi) sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut laga Maha Mengetahui” [Al-Ahzab : 33-34]

“Ertinya : Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, kerana itu mereka tidak diganggu dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Al-Ahzab : 59]

“Ertinya : Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannnya kecuali yang (biasa) nampak daripadanya dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putera-putera mereka atau putera-putera suami mereka” [An-Nur : 30-31]

“Ertinya : Apabila kamu meminta sesuatu keperluan kepada mereka (isteri-isteri Nabi) maka mintalah dari belakang tabir, cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka” [Al-Ahzab : 53]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Artinya : Hindarilah bercampur dengan wanita” (maksudnya selain mahram), dikatakan kepadanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang saudara ipar?” Beliau menjawab : “Saudara ipar bagaikan kematian”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang untuk bedua-duaan dengan wanita selain mahram secara umum seraya berkata.

“Ertinya : Sesungguhnya syaitan adalah orang ketiganya”

Dan melarang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya untuk menutup jalan kerosakan, menutup pintu dosa, mencegah sebab-sebab kejahatan dan mencegah dua macam tipu daya syaitan berdasarkan ini, maka betul apa yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Ertinya : Takutlah akan dunia dan wanita, kerana fitnah pertama yang menimpa bani Israil adalah dari wanita”

Seraya beliau bersabda;

“Ertinya : Saya tidak meninggalkan fitnah (godaan) yang lebih berbahaya bagi seorang laki-laki daripada fitnah perempuan”

Ayat-ayat dan hadits-hadits ini adalah dalil-dalil yang menjelaskan kewajiban menjauhi ikhtilath yang menyebabkan rosaknya keluarga dan hancurnya masyarakat. Dan ketika anda melihat kedudukan wanita di beberapa negara Islam, maka anda akan dapati mereka telah menjadi hina dan tercela kerana keluar rumahnya yang menjadikannya mengerjakan hal-hal yang sebenarnya bukan tugasnya. Orang-orang yang berakal dari negara-negara Barat telah menyeru keharusan untuk mengembalikan wanita kepada kedudukannya semula yang telah disediakan oleh Allah dan diatur sesuai dengan fisik dan akalnya, tetapi seruan itu telah terlambat.

Sebenarnya lahan pekerjaan wanita di rumah atau di bidang pengajaran dan lainnya yang berhubungan dengan wanita sudah cukup bagi wanita tanpa harus memasuki pekerjaan yang menjadi tugas para laki-laki. Kita memohon kepada Allah agar menjaga negara kita, negara kaum muslimin semua dari tipu daya musuh dan rencana-rencana mereka yang menghancurkan dan semoga Dia memberi taufik kepada kaum muslimin dan pemimpinnya serta para penulis buku untuk membawa kaum wanita kepada jalan yang sesuai dengan kedudukan mereka di dunia dan di akhirat sebagai pelaksanaan perintah dari Tuhan mereka dan Pencipta mereka yang Maha Mengetahui kebutuhan mereka dan semoga Dia memberi taufik para pemimpin Islam kepada jalan yang di dalamnya ada kemaslahatan manusia dan negara, serta dalam masalah kehidupan dan tempat kembali (akhirat) dan melindungi kita dan orang-orang muslimin lainnya dari kesesatan fitnah dan sebab-sebab kebencian, sesungguhnya Dia Maha Mengurusi hal tersebut dan menguasainya. [Fatawa Mar’ah, 2/94]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerjemah Ahmad Amin Syihab, Penerbit Darul Haq]

-BERTUDUNG & UNGKAPAN HINA HUKUM?-

Filed under: Religion — liza-noa at 8:12 pm on Friday, February 20, 2009

“Tak pe ustaz kan, pandangan pertama tak berdosakan, cuma kami pandang lama je la ?” tanya seorang pemuda berumur 35 tahun kepada saya sambil tersenyum-senyum selepas dia merenung wanita berskirt di hadapannya.

Ia adalah satu perkara yang amat menyedihkan, ia sebenarnya hasil dari sikap sebahagian umat Islam hari ini mengambil ringan tentang hukum Islam.

Berkenaan larangan melihat kali kedua kepada aurat ini diriwayat dalam beberapa buah hadith, antaranya hadith : “Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah s.a. w. tentang melihat (aurat wanita) secara tiba-tiba tanpa sengaja. Maka jawab Nabi: Palingkanlah pandanganmu itu!” (Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Daud dan Tarmizi) - Iaitu, Jangan kamu ulangi melihat untuk kedua kalinya.

Demikian juga kata Baginda SAW kepada Ali KW :

لا تتبع النظرة النظرة , فإنما لك الأولى وليست لك الآخرة

Ertinya : “Jangan kamu ikuti satu pandangan dengan pandangan yang lain, kerana yang pertama bagimu ( diampunkan) dan tidak bagi yang kedua” ( Riwayat Ahmad, Abu Daud, Albani : Hasan)

Artis & Lawak Hukum

Lebih teruk lagi terdapat artis Malaysia yang sanggup menggunakan lafaz-lafaz Islam seperti ‘MashaAllah’ dan ‘InshaAllah’ serta ‘Allahu Akbar’ dalam lakonan lawak mereka sambil sengaja disebut dalam bentuk yang melucukan. Ini amat jelas memperlawakkan lafaz mulia Islam, ia amat kerap dilakukan oleh satu kumpulan pelawak Malaysia yang terkenal. Moga mereka diberikan hidayah oleh Allah SWT.

Demikian juga dengan ucapan alhamdulillah bagi seorang artis yang berpakaian separuh bogel dikhalayak umum apabila berjaya meraih sesuatu anugerah di media.  Atas nama seni dirasakan tindakannya halal. Pada hakikatnya jika lakonannya itu penuh dengan adegan ‘peluk sana sini’ dan ‘dedah sana sini’, maka di ketika itu ia bukanlah lagi sebuah seni mulia yang diiktiraf Islam. Ia adalah seni ‘fasad’ yang berdosa dan tidak layak diraikan dengan ungkapan mulia Islam.

Ketika itu, kemenangan mereka di atas pentas dan melafazkan ucapan sedemikian adalah satu bentuk mempermainkan hukum dan lafaz Islam di tempat yang tidak sewajarnya.  Seolah-olah seorang yang ingin merompak membaca ‘Bismilah’ ketika memulakan rompakannya dan mengucapkan ‘Alhamdulillah’ apabila berjaya terlepas dari kejaran polis, atau menyebut ‘Alhamdulillah’ di dalam tandas, atau seperti seorang peminum arak mengucapkan “alhamdulillah” apabila menyelesaikan minumannya.

Menurut kaedahnya, semua ini menambahkan lagi dosa si pelaku terbabit disebabkan wujud unsur penghinaan samada secara langsung atau tidak langsung kepada hukum serta lafaz  mulia Islam. Walaupun mereka tidak langsung berniat untuk menghina lafaz mulia itu.

Apabila ia adalah sebuah hukum atau ucapan zikrullah, maka adalah tidak harus sama sekali sesiapa juga mempermainkan atau menyebutnya di tempat yang tidak sewajarnya. Nabi SAW bersabda :-

ان العبد ليتكلم بالكلمة ما يتبين فيها يزلّ بها إلى النار أبعد مما بين المشرق والمغرب

Ertinya : ” Sesungguhnya seorang hamba yang bercakap sesuatu kalimah atau ayat tanpa mengetahui implikasi dan hukum percakapannya, maka kalimah itu boleh mencampakkannya di dalam Neraka sejauh antara timur dan barat” ( Riwayat Al-Bukhari dengan Fathul Bari, Bab Hifdz Lisan, 11/376 , no 6477)

Imam Ibn Hajar Al-Asqolani menegaskan bahawa erti hadith ini adalah seorang yang bercakap tanpa jelas maksud ayatnya sehingga menjadikan ia boleh membawa maksud yang pelbagai sehingga sebahagiannya boleh mencarikkan sesuatu hukum. (Fath Al-Bari, 11/376)  

Hina Islam, Bertudung & Bermaksiat Lebih Besar Dosa

“Amat memalukan la ustaz, saya baru jumpa satu video yang tunjukkan pasangan melayu ditangkap di tasik-tasik dan tempat awam tengah bercumbuan, apa pandangan ustaz, hampir 95 % darinya bertudung jenis tak sempurna tu ustaz, ustaz tau tak?” tanya seorang pendengar kuliah saya sejurus selepas kuliah saya berkenaan aurat.

Kemudian selang beberapa hari, pemuda ini menghantar email kepada saya beserta satu petikan video yang dimaksudkan. La Hawla Wala Quwwata Illa Billah..wa Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun..memang amat mendukacitakan.

Pemuda itu juga menulis seperti ‘kepeningan’ dan ‘kebingungan’ dengan persekitaran ini dengan katanya

“Boleh tak agaknya saya buat kesimpulan bahawa hampir semua wanita yang bertudung pendek atau fesyen, dengan kain belah atau baju sempit atau baju kurung biasa, semua ni jenis yang ‘murah’ dan boleh diajak seks bebas dengan mudah hari ni, apa pandangan ustaz?” Mengurut dada saya mendengar kesimpulan pemuda berpakaian kemas dan bekerjaya profesional ini. Sudah tentu amat marah para wanita dengan kesimpulan si pemuda ini.

“Saya hanya masih percaya dengan wanita yang berjubah dan bertudung labuh sahaja sekarang ini ustaz, harapnya mereka dapat pertahan maruah dan kesucian mereka serta tak jadi macam si pemakai tudung pendek yang terbukti tiada banyak beza dengan free hair” katanya lagi dengan tegas.

Selepas pemuda ini mengutarakan pendiriannya barulah saya memberikan penjelasan panjang lebar. Bagaimanapun saya belum berhasrat menyebutnya di ruangan ini, cukuplah saya dedahkan betapa kecewanya pemuda profesional ini dengan apa yang berlaku di hadapan matanya.

Kesimpulannya, wahai wanita bertudung kembalikan maruah anda dengan tutupan aurat yang sebenarnya, akhlak wanita Islam yang sebenarnya, janganlah merosakkan imej Islam itu dengan maksiat yang amat dimurkai Allah SWT. Sesungguhnya kenikmatan duniawi amat amat sementara, carilah kenikmatan akhirat yang kekal abadi.

Dari sudut hukum pula, hal wanita bertudung yang melakukan maksiat, dosanya sudah tentu lebih hebat dari wanita yang tidak bertudung yang melakukan maksiat. Hal ini boleh difahami dari ayat seperti :-

ينساء النبي لستنّ من يأت منكنّ بفاحشة مبينة يضاعف لها العذاب ضعفين

Ertinya : Wahai isteri-isteri Nabi, barangsiapa di antaramu yang melakukan maksiat dengan jelas, maka di gandakan azab buatmu dua kali ganda” ( Al-Ahzab : 59 )

Memang benar ayat ini ditujukan khas buat isteri-isteri Nabi SAW disebabkan kemulian dan kedudukan mereka yang sangat mulia, bagaimanapun ayat ini sebenarnya menggariskan bahawa setiap kali bergandanya kemuliaan, maka bergandalah dosanya (jika melakukan maksiat), demikian hukuman ke atas wanita bebas lebih berat dari wanita hamba sahaya di zaman silam. Dikatakan sebabnya adalah kerana bertambahnya mudarat dan penghinaan kepada Nabi SAW (Al-Jami’ Li Ahkam AL-Quran ; AL-Qurtubi, 14/ 114 dengan sedikit pindaan )

Demikian jualah bagi wanita bertudung yang telah menaik tarafkan kedudukannya dengan kemuliaan Islam, tetapi kemudiannya melakukan maksiat. Maka jika bersandarkan kaedah di atas, jelaslah dosa mereka bertambah besar kerana maksiat itu sendiri dan merosakkan imej Islam secara jelas. Bertaubatlah. Demikian juga halnya maksiat (termasuk pelaburan internet yang disepakati haram secara sepakat ulama dunia dan Malaysia) yang dilakukan oleh seorang ustaz yang jauh lebih besar dosanya dari dosa oleh lelaki biasa di sebabkan imej dan kedudukan yang dibawanya.

Sekian,

Ust Zaharuddin Abd Rahman

28 April 2007 ( 10 Rabiul Akhir 1428 H)

http://www.zaharuddin.net/

-ZAKAT:PEMBERSIH PENDAPATAN DAN HARTA-

Filed under: Religion — liza-noa at 2:47 am on Thursday, February 19, 2009

Wang KWSP yg dikeluarkan utk beli rumah perlu dibayar zakat sebyk 2.5% dr jumlah… jadinya jika keluarkan RM10,000 x 2.5% = RM250.

Dividen dr ASB/ASN tidak dikenakan zakat tetapi tidak boleh digunakan oleh pencarum dan diberikan kepada surau/masjid utk kegunaan membeli sabun basuh tandas, membaiki longkang, dsbnya… jadinya kalau nak beri dividen kpd surau dan masjid kenalah beritahu yg diberi ini adalah dividen dr ASB/ASN.

Ada org yg bayar zakat kepada anak yatim dgn cara bayar ke rumah anak yatim…. sebenarnya yg wajib terima zakat adalah lapan golongan yang disebutkan di dalam Al-Quran. Iaitu:

(1) Fakir (orang yang tidak mempunyai pendapatan langsung)
(2) Miskin (Mempunyai pendapatan tetapi tidak mencukupi)
(3) Amil (Orang yang memungut dan mengurus Zakat)
(4) Muallaf (Orang yang baru memeluk Islam)
(5) Riqab (Hamba yang hendak memerdekakan dirinya. Di Singapura Muis gunakan untuk pendidikan
(6) Gharimin (Orang yang berhutang untuk menampung keperluan asas yang halal
(7) Fisabilillah (Mereka yang berjuang dijalan Allah)
(8) Musafir (Mereka yang terkandas dalam perjalanan).

Pendapatan yang kita dapat pada setiap bulan perlulah dibersihkan supaya anak-anak , istri /suami, ibubapa memakan hasil pendapatan yang bersih. Maklumlah gaji kita ni diperolehi dari pelbagai sumber yang kita tidak ketahui. Rata-rata masih ramai yang ambil ringan pengeluaran zakat sedangkan ianya merupakan salah satu rukun Islam yg wajib dikeluarkan oleh setiap muslimin/muslimat.

Zakat dalam Islam sama nilainya dengan rukun Islam yang lain, seperti syahadat, shalat, puasa di bulan Ramadhan dan Haji. Mengingkari zakat sama halnya dengan mengingkari shalat dan yang lainnya.

Kewajiban zakat dalam Islam berlandaskan al quran, sunnah dan ijma (ketetapan para ulama).

Landasan pertama di dalam al quran banyak sekali berbicara tentang zakat. Allah SWT Berfirman: “Dirikanlah shalat dan tunaikan zakat dan ruku? lah bersama orang-orang yang rukun”. (QS. Al Baqarah : 43).

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman :”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu dapat memberi ketenangan bagi mreka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At Taubah : 103)

Firman Allah SWT dalam surat Al An? am ayat 141 :”Makanlah buahnya jika telah berbuah dan tunaikan haknya (kewajibannya) dihari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya).”

Landasan kedua, yaitu dengan sunnah nabawiyah. Rasulullan SAW bersabda: “Islam dibangun diatas 5 perkara: rukun syahadat tiada Tuhan selain Allah dan Muhamad saw utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, membayar zakat, menunaikan haji dan puasa Ramadhan.” (HR. Bukhori dan Muslim dari Abdullah bin Umar).

Sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya Allah mewajibkan zakat atas orang-orang kaya dari umat Islam pada harta merekadengan batas sesuai kecukupan fuqoro diantar mereka. Orang-oramng fakir tidak akan kekurangan pada saat mereka lapar atau tidak berbaju kecuali karena ulah orang-orang kaya diantara mereka. Ingatlah bahwa Allah akan menghisab mereka dengan keras dan mengadzab mereka dengan pedih.” (HR. Ath Thabrani dari Ali ra).

Landasan ketiga, yaitu dengan Ijma (ketetapan para ulama). Para ulama salaf (klasik) dan khalaf (kontemporer) telah sepakat bahwa zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan dan mengingkarinya berarti kafir.

-DENGAN SIAPA KAMU DUDUK?-

Filed under: Religion — liza-noa at 2:34 am on Thursday, February 19, 2009

Sekadar renungan …

Barangsiapa yang duduk dengan lapan macam manusia akan ditambah Allah baginya lapan corak hidup:

1. Barangsiapa suka duduk berserta orang kaya, Akan ditambah Allah kecintaannya kepada dunia dan keinginan kepadanya.
2. Barangsiapa suka duduk berserta orang miskin, Akan dijadikan Allah baginya kesukaan bersyukur dan redha menerima pembahagian yang ditentukan Allah.
3. Barangsiapa suka duduk dengan Sultan (Pemerintah Negara), akan ditambah Allah kasarnya dan sombongnya.
4. Barangsiapa suka duduk dengan perempuan, (bukan muhrim) akan ditambah Allah bodohnya dan syahwatnya.
5. Barangsiapa suka duduk bersama kanak-kanak, akan ditambahkesukaannya bermain-main dan bersenda gurau.
6. Barangsiapa suka duduk dengan orang fasiq, akan bertambahlah beraninya berbuat dosa dan menunda-nunda taubat.
7. Barangsiapa suka duduk dengan orang-orang soleh, akan bertambahlah keinginannya untuk taat.
8. Barangsiapa suka duduk dengan para ulama’ maka bertambahlah ilmu dan waraknya.

-LARANGAN MELINTAS DI HADAPAN ORANG YANG SEDANG SEMBAHYANG-

Filed under: Religion — liza-noa at 2:31 am on Thursday, February 19, 2009

Baginda Rasulullah S. A. W. bersabda ……. “Apabila salah seorang dari kamu menghadap sesuatu yang dapat menutupinya dari orang, kemudian ada orang yang LALU di hadapannya, maka hendaklah ia MENOLAKNYA dari tubuh sebelah atas badannya. Jika orang yang lalu itu MEMBANGKANG, maka PERANGILAH ia kerana sesungguhnya ia adalah SYAITAN ………..”

dan menurut hadis yang lain ……

“Maka janganlah MEMBIARKAN seseorang lalu di hadapannya. Jika orang yang lalu itu MEMBANGKANG , maka hendaklah ia MEMERANGINYA, kerana sesungguhnya BERSAMA orang yang lalu itu adalah SYAITAN…….” hadis riwayat Bukhari & Muslim…..

penjelasannya ?.. DISUNATKAN kepada setiap orang yang hendak sembahyang untuk membuat batas tempat sembahyangnya dengan menghadap pada tembok atau kayu yang panjangnya sekitar tiga suku hasta. Selain itu boleh juga meletakkan sesuatu atau membentang sejadah malah boleh juga dengan membuat batas atau garis pembatas sebagai tempat sembahyang. Maksudnya supaya ketika sembahyang tidak ada orang yang lalu dihadapannya kerana lalu di hadapan orang yang sedang sembahyang hukumnya HARAM. Orang itu harus DITOLAK .

dan ?.. Bagi orang yang mengetahui atau orang yang sedang sembahyang itu sendiri, disunatkan MENOLAKNYA dengan gerakan yang tidak sampai MEMBATALKAN sembahyangnya?. dan ?.. Dalam sembahyang BERJEMAAH, setiap BARISAN adalah pembatas bagi yang ada di belakang ??

-HARUSKAH KAU BUKA AURATMU HANYA DEMI NAFSU DAN POPULARITAS-

Filed under: Religion — liza-noa at 12:43 am on Thursday, February 19, 2009

Saat ini banyak wanita yang menitikberatkan pandangannya pada kepuasan dan kebebasan hidup dengan tidak lagi mengindahkan norma-norma agama maupun masyarakat. Menurut pandangan mereka, keindahan tubuhnya adalah anugerah yang tidak harus disembunyikan. Lekuk-lekuk tubuh yang di dunia modern disebut ‘artistik’ sengaja ditonjolkan lewat baju yang ekstra ketat atau malah tidak dibungkus pakaian.

Ketika manusia dihadapkan pada kebutuhan hidup yang terus meningkat, sementara lapangan pekerjaan semakin sulit, maka orang akan cenderung berfikir praktis untuk mendapatkan uang. Jalan yang termudah adalah menjual harga diri untuk disuguhkan kepada khalayak umum dengan mengesampingkan norma-norma agama.

Pupusnya rasa malu seorang wanita terlihat dari kerelaannya ‘menjajakan tubuhnya’ demi popularitas. Tak heran, jika banyak wanita yang berantrian panjang berebut kursi popularitas hingga siap menanggalkan seluruh auratnya. Akhirnya menjamurlah tabloid-tabloid, klip-klip lagu, dan sinetron-sinetron yang berlatar belakang wanita setengah telanjang menjajakan tubuhnya di tengah-tengah generasi muda yang sedang bingung mencari jati diri. Untuk legalisasi perilakunya, mereka berlindung di balik hak asasi manusia, kebebasan berekspresi, seni, suka-suka gue, dan alasan lainnya yang sebenarnya hanya topeng dari kebobrokan moral.

Pertanyaan yang muncul adalah kemanakah rasa malu itu ? Padahal malu adalah sebagian dari iman.

Wanita shalihah akan merasa malu dan tidak rela bertelanjang, meskipun dalam keadaan menyendiri. Apalagi bila dijadikan obyek tontonan untuk meraih keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Ia ingat dengan sabda Rasulullah saw :

“Derajat malu yang paling tinggi adalah tidak rela bertelanjang meskipun dalam keadaan sendiri, semata-mata karena malu kepada Allah SWT (HR. Tirmidzi)

Sifat malu laksana rem yang akan mengerem kita dari perbuatan nista. Semakin besar rasa malu, rem itu semakin pakem, sehingga seseorang akan terhindar dari perilaku yang bertabrakan dengan norma.

Sedemikian pentingnya rasa malu, sampai-sampai Rasulullah saw memberikan sindiran, “Jika rasa malu hilang maka lakukanlah apa saja sesuka kalian”. Hal ini mengandung pengertian bahwa jika rasa malu telah hilang maka seseorang tidak akan mampu menimbang mana yang mulia dan mana yang tercela.

Kalau sudah demikian, apa bedanya dengan binatang. Mereka hidup hanya bermodalkan hawa nafsu tanpa berlandaskan akal sehat. Padahal, Allah Swt telah memberikan peringatan dalam Al-Qur’an :

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Ilahnya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu” (QS. Al-Furqon : 43-44)

Firman Allah Swt tersebut seolah mengisyaratkan bahwa manusia yang hilang rasa malunya di kategorikan seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mengapa demikian ? Binatang telanjang karena memang tidak memiliki akal dan hati nurani. Sementara manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna dengan seperangkat jasmani dan ruhani yang lengkap. Manusia diberi akal dan pikiran agar bisa membangun dirinya, sekaligus bisa membedakan mana yang baik dan buruk, mana yang mulia dan tercela. Jadi, manakala manusia berprilaku seperti binatang, tentunya ia jauh lebih sesat dari binatang.

Dalam hal ini, kasus buka-bukaan atau pamer aurat merupakan cermin manusia (wanita) bermental binatang yang menggadaikan rasa malu demi meraih kesenangan semu.

Sedangkan wanita shalihah akan merasa malu jika melakukan hal-hal yang rendah dan tercela. Karena itu, ia senantiasa bersikap iffah (memelihara diri dari hal-hal yang rendah). ia senantiasa berpegang pada sabda Rasulullah saw :

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla (Yang Maha Perkasa dan Agung) apabila hendak membinasakan seseorang, maka dicabutlah dari orang itu sifat malu. Bila sifat malu telah dicabut darinya, maka engkau akan mendapatkan dia dibenci orang, malah dianjurkan supaya orang-orang benci padanya. Kemudian bila kamu mendapatkan dia dibenci orang, maka sifat amanah dicabut darinya. Apabila dicabut darinya sifat amanah, kamu akan menemukan dia sebagai orang yang khianat. Jika dia sudah bersifat khianat, maka dicabut darinya sifat kasih sayang. Dan apabila sifat kasih sayang telah dicabut darinya, kamu akan menemukan dia sebagai seorang yang terkutuk. Apabila dia telah menjadi orang yang terkutuk, maka lepaslah islam darinya” (HR. Ibnu Majah)

-KEBAHAGIAAN ITU ADA DALAM DIRI ANDA-

Filed under: Religion — liza-noa at 12:39 am on Thursday, February 19, 2009

Kukatakan kepada hatiku

bahwa jika kesusahan datang menerpamu, bergembirlah

karena kebanyakan hal yang menakutkan itu

tidak ada kenyataannya

 

Seorang manusia tidak mungkin dapat meraih kebahagiaan, kecuali dari dalam dirinya sendiri, dan tiada lain baginya, kecuali hanya mencari petunjuk jalan yang paling utama untuk sampai padanya. Jalan ini menuntutnya agar bersikap jujur, berani, menyukai pekerjaan dan orang lain, menghiasi diri dengan sifat saling tolong, dan menjauhi sifat egoisme yang sesat, dan sebelum segala sesuatunya terjadi hendaknya ia memiliki perasaan yang hidup lagi peka. Sebab kebahagiaan itu bukanlah dongeng, melainkan kenyataan yang jelas dan dapat dinikmati oleh banyak orang.

Kita dapat menikmati kebahagiaan bila mau memetik faedah dari berbagai eksperimen kita dan kita menjadikan pengalaman yang telah kita peroleh dari kehidupan ini sebagai sarana pembantu kita untuk meraihnya. Apabila kita telah memahami arti kehidupan ini, kita akan mampu mengeksploitasi banyak hal yang berguna dari dalam jati diri kita dan kita dapat membebaskan diri dari berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan fisik dan kejiwaan kita dengan berbekal pengetahuan, potensi, dan kesabaran. Kita dapat menghayati kehidupan kita yang telah dianugerahkan oleh Allah ini dengan sikap tidak ingkar, tidak membangkang dan tidak pula menyengsarakan diri.

Kata Mutiara Hari Ini

Tiada musuh utama

yang lebih membahayakan bagi kecantikan wanita

selain kecemasan yang berakibat

mendekatkan pada ketuaan

Next Page »